Kebudayaan yang di dalamnya berisi cipta, rasa dan karsa manusia adalah indentitas sebuah kelompok masyarakat. Indonesia yang merupakan negara multicultural mempunyai kebudayaan nasional sebagai puncak-puncak kebudayaan daerah. Kebudayaan Nasional Indonesia adalah sebuah identitas bangsa Indonesia, keunikan dan ciri khas Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Eksistensi kebudayaan bergantung pada peran serta dan kepedulian masyarakat. Salah satu aspek terjaganya eksistensi kebudayaan adalah proses belajar. Melalui proses belajar akan muncul kedinamisan budaya. Proses pembelajaran membutuhkan seorang guru atau pengajar dan murid yang ingin belajar dan alat penunjang yang mendukung. Tidak sembarang orang yang dapat menjadi guru karena guru adalah seorang teladan yang digugu dan ditiru.

Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berusaha menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan kebudayaan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk pembangunan kebudayaan adalah meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di seluruh bumi Indonesia.

Kegiatan apresiasi bukanlah sekadar ajang pertemuan ceremonial saja atau sekadar memberikan penghargaan kepada tokoh atau pelaku kebudayaan, tetapi di dalamnya mencakup sebuah proses pertukaran pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dari individu ke individu, individu ke kelompok, dan kelompok ke individu. Melalui kegiatan ini, khalayak banyak akan mengetahui tokoh kebudayaan yang layak diteladani atas dedikasi, ketekunan dan kerja kerasnya terhadap eksistensi kebudayaan Indonesia. Kami semua tentu berharap agar tidak hanya sekadar mengetahui, namun mencari tahu lebih dekat dan menjadikan mereka teladan yang digugu dan ditiru atas dedikasi, ketekunan dan kerja kerasnya terhadap kebudayaan Indonesia.

Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahunnya menyelenggarakan Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi sebagai bentuk apresiasi terhadap insan-insan yang berdedikasi terhadap pembangunan kebudayaan Indonesia. Ada dua peran yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal kebudayaan, pertama adalah sebagai instansi teknis yang memberikan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi, kedua adalah sebagai badan yang berkoodinasi dengan Sekretariat Negara untuk mengusulkan tokoh-tokoh calon penerima Gelar Tanda Kehormatan Presiden RI, seperti Bintang Maha Putera, Bintang Budaya Parama Dharma dan Satyalancana Kebudayaan.

Penilaian terhadap tokoh yang menjadi calon penerima Gelar Tanda Kehormatan Presiden RI dilakukan dua tahap. Tahap pertama tokoh-tokoh tersebut diseleksi dan didiskusikan oleh tim penilai yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil penyeleksian tersebut diverifikasi oleh instansi-instansi yang berwenang, seperti: Badan Intelejen Nasional, Kejaksaan Agung RI, dan Kepolisian RI. Setelah tahap verifikasi, tokoh-tokoh yang disetujui diproses oleh Sekretariat Militer melalui Dewan Tanda Kehormatan. Hasil rapat Dewan Tanda Kehormatan diberikan kepada Presiden. Pada tahap ini, presiden berhak menolak atau menyetujui hasil rapat tersebut.

Pada 2016, ada 14 tokoh yang menerima Gelar Tanda Kehormatan Presiden RI, 4 diantaranya mendapatkan Bintang Budaya Parama Dharma dan 10 yang lain mendapatkan Satyalancana Kebudayaan. Penerima Gelar Tanda Kehormatan tersebar dari wilayah Indonesia dan dari berbagai bidang kebudayaan, mulai dari sastra, film, teater, pelestari jamu, seni lukis, hingga filologi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengikutsertakan 45 tokoh kebudayaan untuk menilai dan memilih calon-calon penerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi 2016. Ke 45 tokoh kebudayaan tersebut dibagi ke dalam 9 kategori. Kategori tersebut diantaranya: Gelar Tanda Kehormatan Presiden RI; Pelestari; Pencipta, Pelopor, dan Pembaru; Maestro Seni Tradisi; Anak dan Remaja; Komunitas; Media; Pemerintah Daerah; dan Perorangan Asing.

Dari kesembilan kategori di atas terpilih 54 orang dan lembaga penerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi; 14 orang diantaranya menerima Gelar Tanda Kehormatan Presiden RI; 9 orang menerima Anugerah Kebudayaan dari kategori Pelestari; 10 orang dari kategori Pencipta, Pelopor, dan Pembaru; 4 orang dari kategori Maestro Seni Tradisi; 5 orang dari kategori Anak dan Remaja; 3 orang dari kategori Komunitas; 3 media dari kategori Media; 3 pemerintah daerah dari kategori Pemerintah Daerah; 3 orang dari kategori Perorangan Asing.

Setiap tokoh dan lembaga yang mendapatkan penghargaan memiliki keistimewaan karya yang bervariasi di dalamnya mencakup ide/gagasan/pikiran dan pengetahuan. Karya-karya mereka berupa ilmu pengetahuan yang tertuang dalam naskah-naskah kuno, karya-karya sastra, perwujudan ekspresi, seperti tarian, musik, lukisan, patung, maupun karya dalam bentuk fisik, seperti bangunan, gedung. Di antara karya-karya mereka mendapat pengakuan dari kalangan nasional dan internasional.

Mereka semua adalah tokoh yang patut diakui dan dihargai karena memiliki keteladanan dengan karakternya masing-masing. Hal tersebut patut didokumentasikan dan dibuatkan buku profil agar kita semua, terutama generasi muda dapat meneladani sisi yang istimewa, apakah itu dalam kekaryaannya, tokoh itu sendiri, atau dalam pencapaian seseorang terhadap karya yang dihasilkan tersebut.

Sebagai sebuah proses, hal yang patut digarisbawahi setiap tahun pelaksanaan Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi adalah semakin banyaknya wakil pemangku kepentingan yang terlibat dan dilibatkan. Kegiatan-kegiatan apresiasi seperti ini juga diharapkan semakin mendekati harapan masyarakat. Kepedulian masyarakat terhadap kebudayaan merupakan kunci pokok dalam penguatan karakter bangsa, jatidiri, dan identitas budaya bangsa.

Selamat kepada penerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2016.

Gelar Tanda Kehormatan Presiden Republik Indonesia Bintang Budaya Parama Dharma

No
Nama
Justifikasi
Provinsi
1
Taufik IsmailPenyair dan Sastrawan IndonesiaDKI Jakarta
2
K.G.P.A.A. Mangkoenagoro VII (R. R. M. SoerjosoepartoMempelopori seni pertunjukan genre baru yang disebut Langendriyan Jawa Tengah
3
Martha TilaarMembangkitkan kembali budaya hidup sehat melalui jamu, baik di tingkat nasional maupun internasional. Memodernisasi proses pembuatan jamuDKI Jakarta
4
Achadiati IkramMembangkitkan studi filologi untuk membangkitkan apresiasi terhadap karya-karya intelektual Indonesia seperti terlihat dalam manuskrip MelayuDKI Jakarta

Gelar Tanda Kehormatan Presiden Republik Indonesia Satyalancana Kebudayaan

No
Nama
Justifikasi
Provinsi
1
Franciscus Georgius Josephus van LithMerintis pendidikan asrama dengan kombinasi nilai-nilai budaya Indonesia (Jawa) yang memiliki pengaruh besar pada keberimanan seratus persen Indonesia dan seratus persen KatolikJawa Tengah
2
KH Hasan BasriTokoh penganjur pembaharuan budaya keagamaan untuk mendukung pembangunan. Dan pelestari harmoni antarbudaya Banjar dan budaya suku-suku lain, khususnya di Kalimantan SelatanKalimantan Selatan
3
Suparto BrataPerintis sastra popular dengan tema kisah detektif untuk menanamkan daya pikiran analitis dalam sastra JawaJawa Timur
4
Soekarno M NoorSosok tauladan dalam dunia Perfilman. Konsisten dan sangat menjunjung tinggi komitmennya dalam menekuni profesinya sebagai aktorDKI Jakarta
5
Aminah CendrakasihAminah dikenal sangat menjaga diri sebagai wanita Indonesia yang menjunjung tinggi moral, keperibadian dan budaya bangsaDKI Jakarta
6
Agustinus Kasim AchmadSalah satu perintis pendidikan teater modern: pergulatan teater Timur dan Barat, Birokrat yang menghidupkan seni-seni teater lokal di seluruh nusantaraDKI Jakarta
7
Slamet Abdul SjukurMerintis penciptaan musik kontemproer Indonesia dengan menggali sumber-sumber Indonesia sendiri DKI Jakarta
8
Munasiah NajamuddinMediator transformasi tari dari tradisi kekarya-karya baruKalimantan Selatan
9
Lauw Ping Nio (Nyonya Meneer)Merintis pengembangan jamu tradisional menjadi produk industrial sehatDKI Jakarta
10
Kartono YudhokusumoMengembangkan seni lukis modern dengan menggali khasanah tradisiJawa Barat

Kategori Pelestari

No
Nama
Justifikasi
Provinsi
1
Tjitro SastrodiprodjoMengembangkan masakan tradisional Gudeg sampai menjadi komoditi eksporProvinsi
2
Thompson HutasoitMelestarikan opera BatakSumatera Utara
3
Maria Yovita Meta BastianMengembangkan tenun ikat tradisional Biboki, NTTNusa Tenggara Timur
4
Ledjar Subroto (Ki Ledjar)Melestarikan wayang kancil yang hampir punahYogyakarta
5
Dedi MulyadiMendorong pemanfaatan budaya Sunda sebagai identitas daerahJawa Barat
6
I Nyoman MandraMelestarikan seni lukis klasik desa KamasanBali
7
Wardi Suhadi DimanMelestarikan seni Melayu DeliDKI Jakarta
8
Daeng MacoraMelestarikan tradisi Bissu dan Pajogek Angkong yang hampir punahSulawesi Selatan
9
Ahmad Rapanie IgamaMenggali naskah-naskah kuno Kaganga masyarakat UluSumatera Selatan

Kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaru

No
Nama
Justifikasi
Provinsi
1
Surianty Liu/Liauw Chun WaiSalah satu pembaru dalam mengembangkan berbagai tarian Indonesia di mancanegaraHongkong/DKI Jakarta
2
Ery MefriSalah satu pembaru tarian berdasarkan latar belakang budaya MinangSumatera Barat
3
Dynand FarizPelopor karnaval fashion dan perancang tata busana karnavalJawa Timur
4
AkhudiatSalah satu pembaru penulisan sastra drama pada tahun 1970-anJawa Timur
5
Widyawati SophiaanPelopor pemikiran film Indonesia diperhitungkan di dunia internasionalDKI Jakarta
6
Bachtiar SiagianSalah satu pembaru dalam penyutradaraan dan penulisan skenario film yang berlandaskan realitas sosial sebagai kekuatan ekspresiDKI Jakarta
7
Semsar SiahaanSalah satu pencipta dan pelopor karya seni rupa sebagai alat advokasi dan pemberdayaan masyarakatDKI Jakarta
8
Wiyosso YudhoseputroSalah satu pelopor penulisan buku sejarah seni rupa timur, khususnya seni patung IndonesiaJawa Barat
9
Candra DarusmanPelopor HAKI bidang musik di Indonesia. Pelopor Festival Jazz di IndonesiaSwiss/DKI Jakarta
10
Leo Imam Sukarno/Leo KristiSalah satu pelopor dan pencipta lagu-lagu balada di Indonesia dan pelopor konsep rekaman yang didanai oleh kelompok penggemar(crowdfunding)Jawa Timur

Kategori Anak dan Remaja

No
Nama
Justifikasi
Provinsi
1
Joey Alexander/Josiah Alexander SilaPianis dan komposer muda, menekuni bidang musik jazz sejak usia 6,5 tahun. Pada usia 11 tahun ia sudah menghasilkan karya komposisi musik yang diakui secara internasional. Ia menjadi nominee Grammy Awards 2016 untuk kategori album dan single dalam usia 12 tahun dan tercatat sebagai nominee termuda dalam sejarah 58 tahun Grammy AwardsDKI Jakarta
2
Muthia Fadhila KhairunnisaPenulis muda produktif yang telah menghasilkan 14 buku fiksi anak dan 23 karya fiksi dalam bunga rampai dalam usia 15 tahun. Selain itu, ia aktif memotivasi anak lainnya untuk menulis.DKI Jakarta
3
Rafi Abdurrahman Ridwan Perancang busana muda produktif yang berkarya di tingkat nasional dan internasional. Secara kreatif, Rafi memanfaatkan kain tradisional pada karya-karya busana rancangannya. Ia peraih rekor MURI sebagai Designer Tuna Rungu Termuda Indonesia di Kancah Internasional. Ia mendesain sendiri motif beberapa bahan yang digunakannya.DKI Jakarta
4
Ratnanto Adhi Putra Wicaksono Dalang muda yang mampu mengaransemen sendiri gendhing-gendhing pertunjukan wayang. Ia juga membuat wayang tatah sungging sendiri dan menguasai hampir semua perangkat gamelan.Yogyakarta
5
Tusita Metadevi Jayamangalani SupraptoPelukis dan pendongeng muda yang meraih prestasi tingkat nasional dan internasional. Ia mendapat penghargaan atas karya lukisnya dari Presiden RI (2008 dan 2009) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2015)DKI Jakarta

Kategori Maestro Seni Tradisi

No
Nama
Justifikasi
Provinsi
1
Hasan Mata RajaSatu-satunya pelaku dan narasumber tradisi lisan Kias yang masih asli serta aktif mewariskan keahliannya kepada generasi muda di Lampung PaminggirLampung
2
Agustinus SasunduPembuat, pelatih, pengaransemen, dan konduktor alat musik bambu di Kepulauan Sangihe.Sulawesi Utara
3
Atim SulaemanSalah satu di antara pelaku Debus Banten yang aktif mewariskan keahliannya kepada generasi muda di BantenBanten
4
Nurlaila (Nek Amin)Pelaku yang masih aktif dan mewariskan keahlian seni sulam kain kerawang GayoNangroe Aceh Darussalam

Kategori Komunitas

No
Nama
Justifikasi
Provinsi
1
ParmalimKomunitas budaya yang melestarikan dan mengembangkan seni pertunjukan, visual, dan festival adat Batak TobaSulawesi Utara
2
Bentara BudayaLembaga kebudayaan yang konsisten mengangkat dan memperkenalkan kebudayaan daerah dan kontemporer melalui pertunjukan, pameran, penelitian, dialog, dan ragam festival melalui rumah budayanya di Jakarta, Yogyakarta, Solo, dan Gianyar.DKI Jakarta
3
Budaya Bahari MandarUpaya kebudayaan berbasis komunitas yang mengembangkan budaya bahari Mandar, melalui penelitian dan pengembangan perahu sandeq, penyelenggaraan festival komunitas, pengembangan perahu pustaka, dan sosialisasi budaya bahari.Sulawesi Barat

Kategori Pemerintah Daerah

No
Nama
Justifikasi
Provinsi
1
Kabupaten Belu
  • Desa adat yang masih mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai budaya setempat.
  • Banyak peninggalan atau objek sejarah seperti Benteng Tradisional (Benteng Lapis Tujuh, Benteng Lapis Lima) yang layak ditetapkan sebagai cagar budaya.
  • Tenun masih merupakan bagian dari kearifan lokal dan adat yang terpelihara dan didayagunakan di banyak desa.
  • Upacara-upacara adat masih merupakan bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
  • Infrastruktur cukup memadai baik darat maupun udara.
  • Meski wilayah miskin, mempunyai komitmen yang kuat untuk melestarikan dan meningkatkan potensi budaya dan sejarah yang ada.
  • Kuliner tradisional tetap lestari.
  • Aset-aset budaya dan sejarah yang berpotensi untuk dijadikan objek-objek yang layak ditetapkan sebagai budaya dan sejarah.
Nusa Tenggara Timur
2
Kota Bengkulu
  • Benteng Malborough, festival Tabot, Rumah dan tempat pengasingang Bung Karno.
  • Ada peninggalan Kampung Cina (Pecinan)
  • Kekhususan kuliner
  • Rafflesia Beach Festival
Bengkulu
3
Kabupaten Jember
  • Aset-aset budaya dan lembaga-lembaga pendidikan dilestarikan dan dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial.
  • Dalam Visi dan Misi cukup baik karena menyinggung hal budaya.
  • Ada banyak inovasi yang berbau modern.
  • Ada pelestarian Situs Duplang.
Jawa Timur

Kategori Media

No
Nama
Justifikasi
Program
Provinsi
1
Majalah Berita Mingguan TempoMBM Tempo memberikan perhatian dan ruang yang luas atas perkembangan seni dalam budaya Indonesia modern dengan kualitas pembahasan yang mendalam, yang disajikan melalui rubrikasi yang bervariasi.Seni dan BudayaDKI Jakarta
2
Radio KarimataRadio Karimata memberikan perhatian, menggali, dan mengangkat keberagaman seni tradisi dan budaya Madura.Bingkai MaduraMadura
3
Trans 7Melalui program si Bolang Trans 7 telah memperlihatkan konsistensi mengangkat tradisi dan budaya dari sudut pandang anak-anak.Si BolangDKI Jakarta

Kategori Perorangan Asing

No
Nama
Justifikasi
Negara
1
Merle Calvin Ricklefs
    Ahli sejarah dan naskah-naskah Jawa sejak awal masa Islam sampai sekarang.
  • Ahli dinamika politik dan pemikiran Islam Jawa sejak zaman Walisongo sampai zaman kontemporer.
  • Penulis sejarah modern Indonesia yang terkemuka.
  • Inisiator kerjasama institusional antaruniversitas di Australia dan Indonesia
Australia
2
Anthony Reid
  • Profesor di ANU dan UCLA.
  • Salah seorang pioneer dalam sejarah Sumatera modern, antara lain Revolusi Sosial di Sumatera Utara dan Revolusi Nasional Indonesia.
  • Ahli sejarah Aceh modern (sesudah tahun 1950-an).
  • Ahli sejarah Asia Tenggara di masa peralihan, antara lain Southeast Asia in the Age of Commerce (dua jilid).
  • Direktur pertama dan pendiri Center of Southeast Asian Studies di UCLA.
  • Direktur Asia Research Institute (ARI) di National University of Singapore (NUS).
Selandia Baru
3
Margaret J. Kartomi
  • Ahli etnomusikologi Indonesia.
  • Telah menulis sekian banyak karya akademis tentang musik tradisional di seluruh Indonesia, antara lain Aceh , Sumatera Barat, Lampung, Maluku, Flores.
  • Penggagas pengajaran dan penelitian musik Asia di Australia dan membangun arsip musik Sumatra dan Asia di Monash University.
Australia